Siapa yang Berhak dan Siapa yang Ditolak Minum Telaga Kautsar

Ilustrasi

masjidkapalmunzalan.id – Di antara nikmat besar yang Allah SWT siapkan bagi orang-orang beriman pada Hari Kiamat adalah kesempatan untuk meminum air dari Telaga Rasulullah SAW yang dikenal sebagai Telaga Kautsar. Telaga ini menjadi tempat persinggahan kaum mukmin setelah dibangkitkan dari alam kubur dan dikumpulkan di Padang Mahsyar.


Airnya yang begitu sejuk, putih, harum, dan manis akan menghilangkan dahaga manusia setelah melewati berbagai peristiwa dahsyat pada hari kebangkitan. Namun, tidak semua orang dapat mendekati dan meminum air dari telaga tersebut. Rasulullah SAW mengabarkan bahwa ada golongan tertentu yang justru dihalau dan ditolak dari Telaga Kautsar.

Telaga Kautsar di Padang Mahsyar

Telaga Rasulullah SAW merupakan salah satu kemuliaan yang Allah SWT anugerahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam berbagai hadits disebutkan bahwa telaga ini sangat luas dan memiliki bejana sebanyak bintang di langit.


Dari Jabir bin Samurah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Ketahuilah bahwa aku adalah orang pertama yang akan tiba di telaga untuk memberi minum kalian. Jarak antara kedua ujung telaga tersebut seperti jarak antara Shan’a dan Ailah, sedangkan gelas-gelasnya sebanyak bintang-bintang.” (HR Muslim)

Para ulama menjelaskan bahwa Telaga Kautsar berada di Padang Mahsyar sebagai tempat umat Nabi Muhammad SAW memperoleh minuman yang akan menghilangkan dahaga mereka untuk selamanya.

Golongan yang Ditolak dari Telaga Rasulullah SAW

Meski merupakan telaga bagi umat Nabi Muhammad SAW, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ada sebagian manusia yang tidak diperkenankan mendekatinya.


Dalam hadits yang diriwayatkan Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Akan ditolak sejumlah orang dari sahabat-sahabatku dari telagaku. Ketika aku melihat mereka, mereka melambai-lambaikan tangan kepadaku. Aku berkata, ‘Mereka sahabat-sahabatku.’ Lalu dikatakan, ‘Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan setelah wafatmu.'” (HR Bukhari)

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah RA disebutkan:

“Sesungguhnya mereka telah berbalik ke belakang (murtad).” (HR Bukhari)

Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa orang-orang yang menyimpang dari ajaran Islam, meninggalkan petunjuk Rasulullah SAW, serta melakukan penyimpangan dalam agama hingga keluar dari jalan yang benar, termasuk golongan yang terancam dihalau dari Telaga Kautsar.

Penjelasan Ulama tentang Orang yang Dihalau

Imam Al-Qurthubi dalam kitab At-Tadzkirah menjelaskan bahwa yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah orang-orang yang murtad, melakukan bid’ah yang menyesatkan, dan berbagai perbuatan yang dimurkai Allah SWT.


Beliau juga menerangkan bahwa ancaman tersebut mencakup orang-orang yang memisahkan diri dari jalan kaum muslimin, menolak kebenaran, berbuat zalim, meremehkan dosa, serta terus-menerus melakukan kemaksiatan tanpa taubat.


Pesan yang dapat diambil dari penjelasan para ulama adalah pentingnya menjaga kemurnian akidah, mengikuti sunnah Rasulullah SAW, serta istiqamah di atas jalan Islam hingga akhir hayat.

Golongan yang Berhak Minum dari Telaga Kautsar

Sebaliknya, Rasulullah SAW juga memberikan kabar gembira kepada umatnya yang menjaga keimanan dan amal saleh. Di antara golongan yang diharapkan memperoleh kesempatan minum dari Telaga Kautsar adalah:

1. Orang yang Menjaga Wudhu

Wudhu bukan hanya syarat sah ibadah, tetapi juga menjadi tanda kemuliaan umat Nabi Muhammad SAW pada Hari Kiamat. Bekas wudhu akan bercahaya dan menjadi identitas umat beliau.

2. Fakir yang Bersabar

Orang-orang yang hidup dalam keterbatasan namun tetap bersabar, menjaga kehormatan diri, dan tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT termasuk golongan yang mendapat keutamaan besar di akhirat.

3. Orang yang Menjaga Lisan dan Perbuatannya

Mereka yang menjaga ucapan dari ghibah, fitnah, dusta, serta menjaga perilaku dari kemaksiatan memiliki kedudukan mulia di sisi Allah SWT.

4. Orang yang Memberi Makan Orang Berpuasa

Memberi makan kepada orang yang berpuasa merupakan amalan yang sangat dicintai Allah SWT dan menjadi sebab datangnya berbagai keutamaan di akhirat.

Seperti Apa Air Telaga Kautsar?

Keindahan Telaga Kautsar digambarkan secara rinci oleh Rasulullah SAW. Airnya sangat putih, bahkan lebih putih daripada susu. Rasanya lebih manis daripada madu dan aromanya lebih harum daripada minyak kasturi.


Dari Abdullah bin Amr RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Telagaku sejauh perjalanan sebulan. Airnya lebih putih daripada susu, baunya lebih harum daripada minyak kasturi, dan bejana-bejananya seperti bintang-bintang di langit. Barang siapa meminum airnya, maka ia tidak akan pernah merasa haus selama-lamanya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Keutamaan terbesar dari air Telaga Kautsar adalah bahwa siapa saja yang berhasil meminumnya tidak akan merasakan dahaga lagi untuk selamanya.

Menjaga Diri Agar Tidak Terhalang dari Telaga Rasulullah SAW

Telaga Kautsar bukan sekadar gambaran kenikmatan di akhirat, tetapi juga pengingat bagi setiap muslim untuk menjaga keimanan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Kesempatan meminum air dari telaga tersebut adalah karunia besar yang hanya diberikan kepada orang-orang yang istiqamah dalam ketaatan.


Karena itu, setiap muslim hendaknya memperbanyak amal saleh, menjaga wudhu, memperbaiki akhlak, menjauhi penyimpangan dalam agama, serta senantiasa memohon kepada Allah SWT agar termasuk golongan yang mendapat syafaat Rasulullah SAW dan berkesempatan minum dari Telaga Kautsar.

Wallahu a’lam bish shawab.

Bagikan :
Berita Populer

Section Title

Siapa yang Berhak dan Siapa yang Ditolak Minum Telaga Kautsar

masjidkapalmunzalan.id – Di antara nikmat besar yang Allah SWT siapkan bagi orang-orang beriman pada Hari Kiamat adalah kesempatan untuk meminum air dari Telaga Rasulullah SAW yang dikenal...

Mahar yang Dianjurkan Rasulullah SAW

masjidkapalmunzalan.id – Mahar merupakan salah satu bagian penting dalam akad nikah. Dalam Islam, mahar adalah pemberian dari calon suami kepada calon istri sebagai bentuk penghormatan...

Doa Pengantin Baru dan Keutamaannya

masjidkapalmunzalan.id –  Pernikahan merupakan salah satu momen sakral dalam kehidupan seorang muslim. Selain menjadi ikatan yang menghalalkan hubungan antara laki-laki dan perempuan, pernikahan...

Haji Belum Tentu Mabrur, Kenali Tanda-Tandanya!

masjidkapalmunzalan.id – Menunaikan ibadah haji merupakan impian setiap muslim. Namun, tidak semua orang yang pulang dari Tanah Suci otomatis memperoleh predikat haji mabrur. Ada yang telah...

Munzalan Kelola 745 Hewan Qurban Double Pahala 1447H

masjidkapalmunzalan.id – Masjid Munzalan Mubarakan Indonesia melaksanakan penyembelihan hewan qurban pada Kamis, 28 Mei 2026 bertepatan dengan 11 Dzulhijjah 1447 H di Kawasan Wakaf Produktif...

Khutbah Iduladha 1447H: Spirit Berbagi, Berkorban, dan Berjuang

masjidkapalmunzalan.id – Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, umat Muslim di seluruh penjuru Indonesia kembali menyambut gema takbir yang menghangatkan jiwa dan memperkuat...

Silaturahim Pimpinan Pondok Mitra Bersama Ayahman di Sintang

masjidkapalmunzalan.id – Setelah rangkaian kegiatan Subuh Akbar dan Munzalan Goes Green berupa aksi penanaman pohon di lingkungan Masjid Munzalan Al Husni Sintang pada Ahad, 24 Mei 2026, KH...

Bangun Keluarga Samawa hingga “Family Journey to Jannah”

masjidkapalmunzalan.id – Setelah rangkaian Tabligh Akbar, agenda Safari Dakwah KH. Luqmanulhakim atau yang akrab disapa Ayahman kembali dilanjutkan dengan Seminar Parenting yang dihadiri para...

Silaturahim Orang Tua Asuh bersama Ayahman di Sintang

masjidkapalmunzalan.id – Pengasuh Masjid Munzalan Mubarakan, KH. Luqmanulhakim atau yang akrab disapa Ayahman, menghadiri kegiatan silaturahim bersama para orang tua asuh di Masjid Munzalan Al...