15 Teladan Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Istri yang Patut Dicontoh Setiap Suami

Ilustrasi. (Foto.Net)

masjidkapalmunzalan.id – Setiap pasangan tentu mendambakan rumah tangga yang dipenuhi kasih, kelembutan, dan kedamaian. Dalam hal ini, Rasulullah SAW menjadi teladan terbaik bagi umat Islam. Beliau bukan hanya seorang pemimpin besar dan utusan Allah, tetapi juga suami yang penuh perhatian, lembut, dan penuh cinta kepada istri-istrinya.

Berbagai riwayat menggambarkan betapa dalamnya rasa hormat dan kasih sayang Rasulullah SAW terhadap pasangan hidupnya. Dalam buku Ketika Suami Istri Hidup Bermasalah karya Adil Fathi Abdullah, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya terhadap istri-istrinya.”

Sebagai teladan sempurna, Rasulullah SAW menunjukkan bentuk kasih sayangnya dalam berbagai cara yang sederhana, namun sarat makna. Berikut 15 contoh perilaku lembut beliau terhadap istri yang patut diteladani para suami.

  1. Minum dan Makan dari Bekas Istri

Dalam Kisah Cinta Aisyah al-Humaira’ karya Azizah Hefni, diceritakan bahwa Rasulullah SAW kerap menunjukkan kasihnya lewat hal-hal kecil. Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi minum dari wadah yang sama dengan Aisyah, bahkan pada bekas bibirnya, dan makan dari sisa tulang yang telah digigit Aisyah. (HR Muslim)

  1. Mandi Bersama

Rasulullah SAW juga pernah mandi bersama Aisyah dalam satu bejana air, saling bercanda dan bergantian mengambil air. (HR Bukhari, Muslim, Nasa’i, Ahmad)

  1. Mengajak Istri ke Tempat Menyenangkan

Rasulullah SAW tidak segan mengajak Aisyah untuk melihat pertunjukan rakyat Habasyah. Beliau berdiri di depan Aisyah dan membiarkannya menonton sambil menempelkan pipi pada pipinya. (HR Nasa’i dan Tirmidzi)

  1. Mencium Istri

Aisyah RA meriwayatkan, Rasulullah SAW mencium istrinya lalu pergi salat tanpa memperbarui wudhu, menunjukkan kelembutan dan kasih tanpa batas. (HR Ibnu Majah, Thabrani)

  1. Meletakkan Kepala di Pangkuan Istri

Rasulullah SAW biasa meletakkan kepalanya di pangkuan Aisyah sambil membaca Al-Qur’an, meski Aisyah sedang haid. (HR Bukhari, Muslim)

  1. Memberi Panggilan Sayang

Rasulullah SAW memanggil Aisyah dengan sebutan lembut seperti “Ya Aisy,” “Ya Uwaisy,” dan Humaira, yang berarti putih kemerahan — menunjukkan kasih sayang dan keintiman dalam rumah tangga.

  1. Mengajak Istri Makan Bersama

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW menolak undangan makan hingga sang tetangga Persia mengizinkan Aisyah ikut serta. Ini menunjukkan kebersamaan yang selalu dijaga beliau. (HR Ibnu Hibban)

  1. Menenangkan Istri Saat Marah

Ketika Aisyah marah, Rasulullah SAW menenangkan dengan lembut, bahkan sambil mencubit hidungnya dengan kasih dan menuntunnya berdoa agar amarahnya reda. (HR Ibnus Sunni)

  1. Bercanda Bersama Istri

Rasulullah SAW tidak segan bercanda dengan istri-istrinya. Dalam satu kisah, beliau tertawa melihat Aisyah dan Saudah saling mengoleskan makanan di wajah masing-masing. (HR An-Nasa’i)

  1. Makan Sepiring Berdua

Rasulullah SAW terbiasa makan dalam satu wadah bersama Aisyah. Sederhana, namun penuh makna kebersamaan. (HR Al-Bukhari)

  1. Memberi Nafkah dengan Hati Tulus

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa memberi nafkah kepada istri adalah bentuk sedekah. “Bahkan suapan yang engkau berikan ke mulut istrimu adalah sedekah,” sabda beliau. (Mutafaqun ‘Alaih)

  1. Menemani Saat Istri Sakit

Beliau senantiasa menemani istrinya yang sedang sakit dengan penuh kasih dan kesabaran. “Nabi SAW adalah orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang sakit.” (Mutafaqun ‘Alaih)

  1. Membantu Pekerjaan Rumah

Rasulullah SAW turut membantu pekerjaan rumah tangga. Aisyah RA berkata, “Beliau ikut membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya.” (HR Al-Bukhari)

  1. Melibatkan Istri Saat Bepergian

Ketika hendak bepergian, Rasulullah SAW mengundi di antara istri-istrinya secara adil, dan membawa yang namanya terpilih. (HR Bukhari dan Muslim)

  1. Menonton Pertunjukan di Masjid

Rasulullah SAW juga pernah mengangkat Aisyah agar dapat menonton atraksi orang Habasyah di masjid pada hari raya. Beliau berdiri lama hingga Aisyah puas menonton. (HR Muslim)

Teladan Cinta yang Tak Lekang Waktu

Dari 15 contoh di atas, tampak jelas bahwa kasih sayang Rasulullah SAW bukan hanya dalam kata-kata, tetapi juga dalam tindakan nyata yang lembut, adil, dan penuh perhatian.

Beliau menunjukkan bahwa rumah tangga sakinah bukan dibangun oleh kekuasaan atau otoritas, melainkan oleh kelembutan hati, penghargaan, dan kasih tulus antara suami dan istri.

Teladan inilah yang semestinya menjadi inspirasi bagi setiap pasangan Muslim — agar cinta dalam pernikahan selalu dirawat dengan cara yang diridai Allah SWT. (*)

Bagikan :
Berita Populer

Section Title

Puncak Haji Armuzna 2026, Berikut Makna dan Rangkaiannya

masjidkapalmunzalan.id – Musim haji 1447 H/2026 M resmi berjalan seiring pemberangkatan jemaah Indonesia menuju Tanah Suci. Memasuki fase terpenting dalam rangkaian ibadah haji, perhatian jemaah...

Momentum 14 Tahun Dakwah Munzalan, Silaturahim dengan Menteri Agama

oleh KH.Muhammad Nur Hasan (Tok Ya) masjidkapalmunzalan.id – Perjalanan dakwah selama 14 tahun Masjid Munzalan Mubarakan mencapai salah satu momentum penting melalui agenda silaturahim dan...

Peletakan Batu Pertama Masjid Nur Heryati Bandung

masjidkapalmunzalan.id – Masjid Munzalan Mubarakan kembali melanjutkan ikhtiar membangun masjid cabang di berbagai daerah. Hari ini, langkah tersebut ditandai dengan kegiatan peletakan batu...

Munzalan dan Paragon Perkuat Syiar Lewat Sinergi dan Kolaborasi

masjidkapalmunzalan.id – Pengasuh Masjid Munzalan Mubarakan, KH. Luqmanulhakim (Ayahman), bersama jajaran Direksi LAZ Baitulmaal Munzalan Indonesia melakukan silaturahim dan audiensi dengan...

Hadirkan Ruang Berkreasi, Munzalan Resmikan Academy Center

masjidkapalmunzalan.id – Masjid Munzalan Mubarakan Indonesia melalui LAZ Baitulmaal Munzalan Indonesia meresmikan Munzalan Academy Center pada Selasa (28/04/2026) di Jakarta Barat. Pusat...

Memahami Perbedaan Rukun, Wajib, dan Sunah Haji

masjidkapalmunzalan.id – Di tengah keberangkatan jemaah haji ke Tanah Suci, pemahaman tentang rukun, wajib, dan sunah haji menjadi hal yang sangat penting. Ketiganya memiliki posisi dan...

Syiar, Silaturahim, dan Kolaborasi Tiga Saudara

masjidkapalmunzalan.id – Masjid Munzalan Mubarakan kembali menjadi ruang bertemunya ukhuwah ma’hadiyah dan ukhuwah masajidallah melalui kunjungan silaturahim para pendiri, pimpinan, dan pengasuh...

Masjid Munzalan Mubarakan : Model Superholding Masjid Berbasis Baitullah dan Empat Pilar Masaajidallah

masjidkapalmunzalan.id – Masjid tidak lagi dipahami sebatas ruang ibadah, tetapi sebagai pusat peradaban umat. Inilah pendekatan yang dikembangkan oleh Masjid Munzalan Mubarakan, yang tumbuh...

Kajian Edukasi Sadar Halal bersama BKMT

masjidkapalmunzalan.id – Kajian Sadar Halal bertema “Jebakan Dalam Makanan” kembali digelar dalam rangkaian Gerakan Sadar Halal (GSH) Mempawah edisi ke-9. Kegiatan ini berlangsung di Masjid...