
masjidkapalmunzalan.id – Musim haji 1447 H/2026 M resmi berjalan seiring pemberangkatan jemaah Indonesia menuju Tanah Suci. Memasuki fase terpenting dalam rangkaian ibadah haji, perhatian jemaah dan masyarakat tertuju pada puncak haji yang dikenal dengan istilah Armuzna.
Merujuk keterangan dari Kementerian Agama Republik Indonesia, Armuzna merupakan akronim dari tiga lokasi utama pelaksanaan inti ibadah haji, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Pada fase inilah jemaah menjalani prosesi yang menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah haji.
Makna Puncak Haji Armuzna
Armuzna bukan sekadar perpindahan lokasi, melainkan rangkaian ibadah dengan makna spiritual yang mendalam. Di Arafah, jemaah melaksanakan wukuf sebagai inti haji. Di Muzdalifah, jemaah bermalam (mabit) sekaligus mengumpulkan batu untuk lempar jumrah. Sementara di Mina, jemaah melaksanakan lempar jumrah dan mabit pada hari-hari tasyrik.
Rangkaian ini menjadi momentum puncak penghambaan diri seorang Muslim kepada Allah SWT dalam ibadah haji.
Waktu Pelaksanaan Armuzna 2026
Secara umum, puncak pelaksanaan ibadah haji berlangsung selama enam hari, dimulai pada 8 hingga 13 Zulhijah. Berikut tahapan utamanya:
- 8 Zulhijah (Hari Tarwiyah): Jemaah memulai ihram haji dan bergerak menuju Mina.
- 9 Zulhijah (Hari Arafah): Wukuf di Arafah sejak waktu dzuhur hingga matahari terbenam.
- 10 Zulhijah (Iduladha): Lempar Jumrah Aqabah, penyembelihan kurban, tahallul, dan Tawaf Ifadhah.
- 11 Zulhijah (Tasyrik I): Mabit di Mina dan lempar tiga jumrah.
- 12 Zulhijah (Tasyrik II): Lempar jumrah dan pilihan Nafar Awal.
- 13 Zulhijah (Tasyrik III): Lempar jumrah dan Nafar Tsani.
Dengan demikian, durasi puncak haji Armuzna pada 2026 berlangsung selama kurang lebih 6 hari, terhitung sejak 8 Zulhijah hingga 13 Zulhijah.
Momentum Armuzna menjadi fase paling dinantikan oleh jemaah haji karena di sinilah puncak rangkaian ibadah dijalankan secara berurutan, penuh kekhusyukan, dan sarat makna penghambaan.