Panduan Lengkap Sholat Tahajud: Niat, Waktu, Tata Cara, dan Doa Sesuai Sunnah

Sholat Tahajud (Foto. Net)

masjidkapalmunzalan.id – Sholat tahajud memiliki keutamaan yang sangat tinggi dalam Islam. Ia dilaksanakan di waktu sepertiga malam terakhir, saat sebagian besar manusia masih terlelap. Waktu tersebut adalah saat terbaik untuk bermunajat, memohon ampun, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sholat tahajud termasuk sholat sunnah malam yang dilakukan setelah tidur, walau hanya sebentar. Ia bagian dari qiyamul lail, namun tidak semua qiyamul lail adalah tahajud. Ibadah ini dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW dan sangat dianjurkan dalam Al-Qur’an dan Hadits.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam.”
(HR. Muslim)

Niat Sholat Tahajud

Niat merupakan pembuka ibadah. Berikut bacaan niat sholat tahajud sebagaimana dikutip dari buku Panduan Shalat Wajib dan Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW karya Arif Rahman:

اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Artinya:
“Aku berniat sholat sunnah tahajud dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Sholat Tahajud

Pelaksanaan sholat tahajud secara umum sama dengan sholat sunnah lainnya. Berikut urutannya:

  1. Membaca niat sholat tahajud
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca doa iftitah
  4. Membaca Surah Al-Fatihah
  5. Membaca surah pendek dari Al-Qur’an
  6. Rukuk
  7. I’tidal
  8. Sujud pertama
  9. Duduk di antara dua sujud
  10. Sujud kedua
  11. Berdiri untuk rakaat kedua dan mengulangi rangkaian gerakan seperti rakaat pertama
  12. Duduk tahiyat akhir
  13. Salam

Waktu Pelaksanaan Sholat Tahajud

Sholat tahajud dilakukan setelah waktu isya hingga menjelang subuh, dengan syarat telah tidur terlebih dahulu. Mengutip dari buku Shalat Tahajud dan Shalat Hajat karya Mahmud asy-Syafrowi, dalil pelaksanaannya terdapat dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 79:

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

Artinya:
“Dan pada sebagian malam hari, bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”

Tiga Pembagian Waktu Tahajud:

Waktu Malam Rentang Waktu Keutamaan
Sepertiga malam pertama Setelah Isya – 22.00 Cukup utama
Sepertiga malam kedua 22.00 – 01.00 Lebih utama
Sepertiga malam terakhir 01.00 – Subuh Paling utama

Menurut hadis dari Abu Dzar RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Sepertiga malam yang terakhir adalah waktu terbaik untuk sholat malam, namun sedikit sekali orang yang melakukannya.”
(HR. Ahmad)

Jumlah Rakaat Sholat Tahajud

Dalam buku The Miracle of Night Shalat Tahajjud karya Ustadz Hasan Albany dijelaskan bahwa tidak ada batasan maksimal rakaat untuk tahajud. Umumnya dikerjakan 2, 4, 6, 8, hingga 12 rakaat, lalu ditutup dengan sholat witir.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sholat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika salah seorang dari kalian khawatir masuk waktu subuh, maka sholatlah satu rakaat sebagai witir.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Doa Setelah Sholat Tahajud

Setelah sholat tahajud, disunnahkan membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Berikut doanya:

اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

Doa ini menunjukkan pengakuan hamba atas kebenaran Allah dan semua janji-Nya, serta penyerahan total kepada-Nya.

Sholat tahajud bukan hanya ibadah sunah biasa. Ia adalah rahasia kemuliaan para nabi, jalan kebangkitan spiritual, dan waktu istimewa untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

“Sedikit orang yang bangun di sepertiga malam terakhir. Maka jadilah sedikit itu. Jadilah istimewa.” (*)
Bagikan :
Berita Populer

Section Title

Munzalan dan Paragon Perkuat Syiar Lewat Sinergi dan Kolaborasi

masjidkapalmunzalan.id – Pengasuh Masjid Munzalan Mubarakan, KH. Luqmanulhakim (Ayahman), bersama jajaran Direksi LAZ Baitulmaal Munzalan Indonesia melakukan silaturahim dan audiensi dengan...

Hadirkan Ruang Berkreasi, Munzalan Resmikan Academy Center

masjidkapalmunzalan.id – Masjid Munzalan Mubarakan Indonesia melalui LAZ Baitulmaal Munzalan Indonesia meresmikan Munzalan Academy Center pada Selasa (28/04/2026) di Jakarta Barat. Pusat...

Memahami Perbedaan Rukun, Wajib, dan Sunah Haji

masjidkapalmunzalan.id – Di tengah keberangkatan jemaah haji ke Tanah Suci, pemahaman tentang rukun, wajib, dan sunah haji menjadi hal yang sangat penting. Ketiganya memiliki posisi dan...

Syiar, Silaturahim, dan Kolaborasi Tiga Saudara

masjidkapalmunzalan.id – Masjid Munzalan Mubarakan kembali menjadi ruang bertemunya ukhuwah ma’hadiyah dan ukhuwah masajidallah melalui kunjungan silaturahim para pendiri, pimpinan, dan pengasuh...

Masjid Munzalan Mubarakan : Model Superholding Masjid Berbasis Baitullah dan Empat Pilar Masaajidallah

masjidkapalmunzalan.id – Masjid tidak lagi dipahami sebatas ruang ibadah, tetapi sebagai pusat peradaban umat. Inilah pendekatan yang dikembangkan oleh Masjid Munzalan Mubarakan, yang tumbuh...

Kajian Edukasi Sadar Halal bersama BKMT

masjidkapalmunzalan.id – Kajian Sadar Halal bertema “Jebakan Dalam Makanan” kembali digelar dalam rangkaian Gerakan Sadar Halal (GSH) Mempawah edisi ke-9. Kegiatan ini berlangsung di Masjid...

TUJUH PEREMPUAN HEBAT, TUMBUH DAN BERKARYA BESAR DARI MASJID

Oleh : H. A. Muhammad Nur Syahid, SE., ME. masjidkapalmunzalan.id – Coba sebutkan satu nama laki-laki besar dalam Islam yang ilmunya lahir di pasar? Banyak. Di medan perang? Bejibun. Di masjid?...

Satu Rukun Terlewat, Haji Bisa Gugur?

masjidkapalmunzalan.id – Menjelang keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M, pemahaman tentang rukun haji menjadi hal mendasar yang wajib diketahui setiap calon jemaah. Rukun haji...

Ketentuan Hewan Kurban Idul Adha Sesuai Syariat Islam

masjidkapalmunzalan.id – Idul Adha menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk menunaikan ibadah kurban sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT dan meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim dan...