Intisari Khutbah Jumat: Maraknya Riba serta Zina

KHUTBAH – Ustaz Muhajirin menyampaikan khutbah jumat di Masjid Kapal Munzalan Indonesia pada Jumat (27/6). (Foto: Chairul Rijal F)

masjidkapalmunzalan.id – Pada Jumat yang penuh berkah, bertepatan dengan 1 Muharram 1447 Hijriyah, awal tahun baru Islam, Masjid Kapal Munzalan Indonesia kembali menjadi saksi lantunan nasihat yang menggugah hati. Dalam khutbah Jumat kali ini, Ustaz Muhajirin mengingatkan umat tentang dua penyakit besar yang kian marak menggerogoti masyarakat, yakni riba dan zina—dosa yang bukan hanya menghancurkan individu, tapi juga meruntuhkan kehormatan keluarga, tatanan sosial, bahkan peradaban umat Islam.

Di tengah derasnya arus modernisasi, dua penyakit sosial besar semakin merebak tanpa disadari: Zina dan Riba. Keduanya bukan sekadar dosa personal, melainkan ancaman nyata terhadap kehormatan keluarga dan kestabilan masyarakat.

Zina: Dosa yang Dilembutkan dengan Istilah Manis

Dahulu, orang malu bahkan sekadar menyebut kata zina. Hari ini, ia dibungkus rapi dengan istilah yang terdengar indah: “Pacaran sehat”, “Eksplorasi cinta”, “Uji kecocokan sebelum menikah.”

Namun hakikatnya tetap sama. Zina adalah jalan sunyi menuju kehinaan. Ia adalah perampokan kehormatan, merusak harga diri perempuan dan menghilangkan tanggung jawab laki-laki. Zina merusak garis keturunan, menciptakan generasi yang bingung arah hidupnya.

Ironisnya, zina hari ini hadir terang-terangan di rumah kita: Lewat layar ponsel, Serial drama, Media sosial, Konten-konten yang menormalisasi pacaran dan pergaulan bebas.

Orang tua sering terlena, merasa aman karena anak di rumah, padahal bahaya zina masuk lewat notifikasi yang mereka genggam setiap hari.

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Zina mata adalah memandang, zina lisan adalah berbicara, zina hati adalah berangan-angan, dan kemaluan membenarkan atau mendustakan semuanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya, bahkan sebelum terjerumus ke zina fisik, anak-anak kita bisa terperangkap zina hati, pandangan, dan pikiran—tanpa disadari.

Wahai para ayah, Zaman dulu, menjaga anak cukup dengan membatasi pergaulan di luar rumah. Hari ini, kita harus menjadi benteng pertama dan terakhir, menjaga hati mereka dari notifikasi cinta yang tak bertanggung jawab.

Ajarkan anak tentang kehormatan, harga diri, dan keindahan cinta yang halal. Jangan hanya sibuk mencari nafkah, tapi hadirkan diri menjadi pelindung, sahabat, dan pendengar mereka.

Riba: Dosa Tersembunyi yang Menghancurkan Peradaban

Jika zina merusak akhlak dan keluarga, riba menghancurkan bangsa—perlahan namun pasti. Riba tak lagi hadir dengan wajah buruk. Ia masuk lewat istilah manis: “Bunga ringan”, “Cicilan santai”, “Bayar nanti, nikmati sekarang.”

Namun semua itu adalah jebakan yang menyeret manusia ke jurang kemiskinan, kegelisahan, dan murka Allah. Riba bukan sekadar dosa finansial, melainkan kezaliman terstruktur yang memperkaya segelintir orang, dan membuat jutaan lainnya semakin miskin.

Allah memperingatkan keras dalam Al-Qur’an:
“Orang-orang yang makan riba tidak bisa berdiri kecuali seperti orang yang kerasukan setan karena gila.”
(QS. Al-Baqarah: 275)

Bahkan lebih dahsyat lagi, Allah berfirman:
“Jika kalian tidak berhenti dari riba, maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya.”
(QS. Al-Baqarah: 279)

Bayangkan, Allah tidak menyatakan perang kepada pezina atau pembunuh, tapi kepada pelaku riba. Begitu besar ancamannya.

Jangan Wariskan Zina dan Riba pada Generasi Kita

Wahai para ayah, kalau tidak mampu mewariskan rumah mewah, tak apa. Tapi jangan wariskan cicilan riba. Lebih baik hidup sederhana penuh berkah, daripada mewah tapi penuh murka Allah.

Jadilah kepala keluarga yang tegas menjaga harta dari najis riba, dan ajarkan anak-anak:
“Kita tidak membeli kalau belum mampu. Kita tidak berutang demi gengsi. Hidup kita cukup dengan yang halal, sebab hidup bukan soal pamer, tapi soal ridha Allah.”

Akar Krisis Ada di Tangan Kita

Jika hari ini kita melihat: Bencana silih berganti, Remaja kehilangan arah, Ekonomi kacau meski teknologi maju, Keluarga goyah meski rumah megah, jangan buru-buru menyalahkan cuaca, sistem, atau pemerintah. Bisa jadi, kita sedang menuai apa yang kita tanam: zina dan riba yang merajalela.

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika zina dan riba sudah tersebar di suatu kampung, maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka.”
(HR. Al-Hakim, Al-Baihaqi, Ath-Thabrani)

Saatnya Kembali ke Jalan Allah

Sebelum azab Allah turun lebih dahsyat, Sebelum anak-anak tumbuh tanpa penjagaan, Sebelum rumah menjadi megah tapi tak berkah. Mari Jauhi zina, Tinggalkan riba, Perbaiki keluarga, mulai dari diri sendiri, Mohon kepada Allah agar ditetapkan di atas jalan yang lurus. Semoga Allah menjaga kita, keluarga kita, dan generasi kita dari kehancuran akibat zina dan riba. Aamiin. (*)

Penulis Khutbah Jumat : Ustaz Muhammad Adia Nugraha | Editor: Chairul Rijal F

Bagikan :
Berita Populer

Section Title

Zakat Fitrah Ramadhan 1447 Ditetapkan Sebesar 50 Ribu per Jiwa

masjidkapalmunzalan.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menetapkan besaran zakat fitrah untuk Ramadan 1447 H/2026 M sebesar Rp50.000 per jiwa, atau setara dengan 2,5 kilogram atau...

LAZ Baitulmaal Munzalan dan Paragon Perkuat Kolaborasi

masjidkapalmunzalan.id – LAZ Baitulmaal Munzalan Indonesia menggelar pertemuan dengan tim Paragon, termasuk tim Paradaya Movement, dalam rangka pemaparan laporan progres program tahun 2025...

LAZ Baitulmaal Munzalan Serahkan Laporan Kinerja 2025 ke BAZNAS RI

masjidkapalmunzalan.id – LAZ Baitulmaal Munzalan Indonesia melakukan silaturahmi sekaligus serah terima laporan kinerja tahun 2025 kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia...

BAZNAS Kalbar dan LAZ Baitulmaal Munzalan Perkuat Literasi Zakat

masjidkapalmunzalan.id – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Baitulmaal Munzalan Indonesia melakukan audiensi strategis bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Barat sebagai langkah...

Munzalan Gelar Kick On Kampoeng Ramadhan 1447 H Lewat Event “Serdam Sehat Bahagia”

masjidkapalmunzalan.id – Masjid Kapal Munzalan Indonesia kembali menggelar rangkaian kegiatan Kampoeng Ramadhan 1447 H/2026 M. Kick on tahun ini dibuka melalui event bertajuk Serdam Sehat...

Munzalan Salurkan Bantuan di Pidie Jaya Dibersamai Ayahman

masjidkapalmunzalan.id – Setelah menuntaskan perjalanan kemanusiaan di Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang, rombongan Paskas Rescue 479 Kloter 3 di bawah naungan Masjid Kapal Munzalan Indonesia...

Silaturahmi Dakwah Lintas Negeri, Ustadz Selangor ke Munzalan

Oleh : Ustaz H.Muhammad Nur Hasan masjidkapalmunzalan.id – Masjid Kapal Munzalan Pontianak kembali menjadi ruang bertemunya ukhuwah lintas negeri dengan kedatangan Ustadz Muda asal Selangor...

Munzalan Konsisten Kirim Paskas Rescue 479 ke Aceh

masjidkapalmunzalan.id – Paskas Rescue 479 yang berada di bawah naungan Masjid Kapal Munzalan Indonesia terus menunjukkan komitmen nyata dalam aksi kemanusiaan. Tim relawan secara konsisten...

Harumkan Nama Daerah, Utusan Kalbar Sabet Kontingen Teladan

masjidkapalmunzalan.id — Kontingen Kalimantan Barat (Kalimantan 1) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Indonesia Bahagiakan Santri (IBS) Nasional 2026 yang digelar di Bulukumba...