
masjidkapalmunzalan.id – Masjid Kapal Munzalan Indonesia (MKMI) menggelar kegiatan Khataman Al-Qur’an dan Halal Bihalal. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2026 bertepatan dengan 25 Syawal 1447 H, sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai dan ukhuwah Islamiyah.
Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Masjid Kapal Munzalan Indonesia (MKMI), KH. Muhammad Nur Hasan (Tok Ya), Pengasuh Masjid Kapal Munzalan Indonesia KH. Luqmanulhakim (Ayahman), Ketua Umum Masjid Kapal Munzalan Indonesia Banjiruddin, serta jajaran pengurus pusat dan Santri Penerima Amanah MKMI.

Khataman Al-Qur’an menjadi penanda tuntasnya rangkaian ibadah tilawah selama satu bulan penuh, sekaligus menguatkan komitmen untuk terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, Halal Bihalal menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat sinergi antar elemen di lingkungan MKMI.
Dalam sambutannya, KH. Muhammad Nur Hasan (Tok Ya) menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kebersamaan yang terus terjaga di lingkungan Masjid Kapal Munzalan Indonesia. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh santri dan pengurus yang telah membersamai perjalanan dakwah MKMI hingga saat ini, seraya menegaskan bahwa seluruh capaian yang dirasakan merupakan atas izin dan pertolongan Allah SWT.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan “Petuah Ayah” yang disampaikan oleh Pengasuh MKMI, KH. Luqmanulhakim (Ayahman). Dalam petuahnya, beliau mengingatkan tentang luasnya nikmat Allah SWT, baik yang tampak maupun yang sering luput disadari, seperti nikmat panca indra dan kesehatan.

Ayahman juga menjelaskan tentang tingkatan rezeki, yang tidak hanya terbatas pada materi, tetapi juga mencakup nilai yang lebih luas, yaitu uang, harta, rezeki, hingga keberkahan rezeki berupa ilmu, waktu, dan kesehatan.
Selain itu, beliau menguraikan tahapan dalam beribadah, mulai dari fase anak-anak yang berorientasi pada reward, fase mukallaf yang masih merasakan ibadah sebagai beban, hingga fase kesadaran akan kebutuhan kepada Allah SWT, dan puncaknya adalah menjadikan ibadah sebagai bentuk syukur atas seluruh nikmat yang diberikan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi halal bihalal melalui saling bersalaman serta ramah tamah antar santri MKMI, yang dilanjutkan dengan makan bersama dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, MKMI kembali menegaskan komitmennya untuk terus bergerak, menggerakkan, dan bertumbuh bersama dalam membangun kemaslahatan umat melalui dakwah, pendidikan, dan pelayanan berbasis masjid. (*)