
masjidkapalmunzalan.id – Setelah rangkaian kegiatan Safari Dakwah mulai dari Tabligh Akbar hingga Seminar Parenting, KH. Luqmanulhakim atau yang akrab disapa Ayahman kembali melanjutkan agenda bersama para anak muda dalam kegiatan Sharing Time yang digelar di Aming Coffee Putussibau pada Jumat, 22 Mei 2026.
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para muda-mudi yang hadir tampak aktif menyimak setiap pesan dan nasihat yang disampaikan Ayahman terkait kehidupan, rezeki, keberkahan, hingga pentingnya berbakti kepada orang tua.
Dalam sharing tersebut, Ayahman menjelaskan tentang tingkatan rezeki dalam kehidupan manusia. Menurutnya, level paling bawah adalah uang dan harta.
“Uang dan harta bisa didapatkan siapa saja dengan kerja dan usaha, bahkan tanpa harus menjadi seorang Muslim,” jelasnya.
Beliau kemudian menerangkan bahwa tingkatan berikutnya adalah rezeki yang Allah SWT berikan kepada seluruh makhluk-Nya. Ayahman memberikan analogi tentang anak burung gagak berwarna putih yang tetap mendapatkan makanan meskipun berbeda dengan induknya yang berwarna hitam.
“Allah tetap memberi rezeki kepada setiap makhluk-Nya,” ungkap beliau.

Tidak hanya berbicara tentang materi, Ayahman juga menekankan bahwa keberkahan rezeki jauh lebih penting daripada sekadar banyaknya harta. Menurutnya, keberkahan dapat hadir melalui ilmu, waktu, kesehatan, serta ketenangan hidup yang Allah titipkan kepada manusia.
Dalam kesempatan tersebut, Ayahman juga membagikan prinsip untuk memperoleh keberkahan dalam kehidupan melalui konsep “JAQ”, yaitu:
- Jujur
- Amanah
- Qualified, yaitu memiliki kualitas dan kompetensi
Beliau mengajak para anak muda untuk membangun karakter yang kuat, menjaga integritas, serta terus meningkatkan kapasitas diri agar hidup lebih bernilai dan bermanfaat. Selain memberikan pesan kepada generasi muda, Ayahman turut mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan orang tua dan senantiasa berbakti kepada mereka.
“Keridhaan Allah tergantung pada keridhaan orang tua, dan murka Allah tergantung pada murkanya orang tua,” pesannya.
Suasana sharing berlangsung penuh keakraban dengan nuansa santai khas kedai kopi, namun tetap sarat makna dan nilai kehidupan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang positif bagi anak muda untuk bertumbuh, memperkuat spiritualitas, serta membangun semangat menjadi generasi yang berakhlak dan bermanfaat bagi umat.