
masjidmunzalanmubarakan.id – Berangkat dari keprihatinan terhadap masih ditemukannya kesalahan pelafalan adzan dan iqomah di sejumlah masjid dan mushala, Surau Munzalan Mubarakan Blora menggelar Pelatihan Adzan dan Iqomah pada Rabu (15/7/2026) ba’da Isya di Kawasan Wakaf Produktif (KWP) Surau Munzalan Mubarakan Blora.
Program ini lahir dari evaluasi internal pengurus surau yang menemukan bahwa beberapa bacaan adzan dan iqomah masih belum sesuai kaidah tajwid maupun makharijul huruf. Bahkan, sebagian kesalahan pelafalan berpotensi mengubah makna lafaz adzan.
“Kami melihat fenomena ini tidak hanya terjadi di masjid atau mushala lain, tetapi juga menjadi evaluasi di tempat kami sendiri. Karena itu, kami merasa tidak boleh membiarkan kondisi ini terus berlangsung,” ujar panitia penyelenggara.
Menurut penyelenggara, adzan merupakan syiar Islam sekaligus panggilan suci untuk mengajak umat menunaikan shalat. Oleh sebab itu, setiap lafaznya harus dijaga agar diucapkan dengan benar sesuai tuntunan syariat.
Kesalahan dalam pengucapan bukan hanya persoalan keindahan suara, tetapi juga menyangkut makna dari kalimat-kalimat adzan yang sangat mulia.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Hendaklah yang mengumandangkan adzan adalah orang yang paling baik suaranya di antara kalian.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Hadis tersebut menjadi motivasi bahwa seorang muadzin tidak hanya dituntut memiliki suara yang baik, tetapi juga mampu melafalkan setiap bacaan dengan benar.
Fokus Memperbaiki Bacaan, Bukan Sekadar Memperindah Suara
Pelatihan ini lebih menitikberatkan pada perbaikan tahsin bacaan adzan dan iqomah. Peserta akan diajak memahami pelafalan huruf-huruf Arab yang benar, kemudian langsung mempraktikkannya.
Metode pembelajaran dimulai dengan praktik adzan terlebih dahulu, dilanjutkan evaluasi terhadap kesalahan yang ditemukan, kemudian penyampaian materi dan praktik ulang setelah peserta memahami ilmunya.
“Minimal peserta mengetahui ilmunya. Ketika sudah paham, mereka akan lebih percaya diri dan berani menjadi muadzin di masjid masing-masing,” jelas panitia.
Selama kurang lebih dua jam, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga bimbingan praktik secara langsung bersama pemateri.
Terbuka untuk Semua Kalangan
Pelatihan ini terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar tanpa batasan usia, selama sudah mampu membaca. Namun, untuk angkatan pertama, jumlah peserta sengaja dibatasi hanya sekitar lima hingga tujuh orang agar proses pembelajaran lebih efektif dan setiap peserta memperoleh kesempatan praktik secara maksimal.
Menariknya, kegiatan ini diselenggarakan secara gratis sebagai bentuk kontribusi Surau Munzalan Mubarakan Blora dalam meningkatkan kualitas syiar Islam di tengah masyarakat.
Pemateri dalam kegiatan ini adalah Ustadz Abu Abdurrofi’, guru tahsin di KWP Surau Munzalan Mubarakan Blora. Dengan latar belakang sebagai pengajar tahsin Al-Qur’an, beliau akan membimbing peserta memperbaiki pelafalan bacaan adzan dan iqomah sesuai kaidah yang benar.
Ke depan, penyelenggara berharap dapat menghadirkan pelatihan lanjutan dengan menghadirkan narasumber yang memiliki sanad keilmuan khusus dalam bidang adzan.
Mencetak Muadzin yang Siap Berkhidmat
Melalui kegiatan ini, Surau Munzalan Mubarakan Blora berharap lahir semakin banyak masyarakat yang mencintai masjid dan bersedia menjadi muadzin.
Menurut penyelenggara, muadzin memiliki peran yang sangat penting karena menjadi orang pertama yang mengajak umat Islam menuju shalat berjamaah.
“Adzan adalah panggilan pertama menuju kebaikan. Karena itu, jangan saling menunggu. Adzan adalah tugas kita bersama. Semoga semakin banyak orang yang berani mengambil peran mulia ini dengan bekal ilmu yang benar,” tutup panitia.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas bacaan adzan dan iqomah, sekaligus memperkuat syiar Islam melalui lahirnya muadzin-muadzin yang memahami ilmu dan mengamalkannya dengan baik.