
masjidkapalmunzalan.id – Setelah rangkaian Tabligh Akbar, agenda Safari Dakwah KH. Luqmanulhakim atau yang akrab disapa Ayahman kembali dilanjutkan dengan Seminar Parenting yang dihadiri para wali murid SDIT dan SMPIT di Putussibau. Kegiatan tersebut digelar pada Jumat, 22 Mei 2026 di Aula Bank Kalbar Putussibau.
Seminar berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Acara diawali dengan sambutan, penampilan hiburan dari anak-anak SDIT, serta sesi ice breaking interaktif bersama wali murid yang dipandu oleh Ustadz Muhammad Adia Nugraha.
Memasuki sesi utama, Ayahman memberikan berbagai panduan kepada para wali murid mengenai pola interaksi yang baik antara orang tua dan anak, serta bagaimana membangun rumah tangga yang dipenuhi sakinah, mawaddah, dan rahmah. Menurut beliau, keluarga yang harmonis dibangun melalui tiga pondasi utama:
1. Sakinah
Yaitu menghadirkan ketaatan kepada Allah SWT dalam kehidupan rumah tangga.
2. Mawaddah
Saling menerima kelebihan dan kekurangan pasangan dengan penuh ketulusan.
3. Rahmah
Menumbuhkan kasih sayang, kepedulian, dan semangat saling memberi di dalam keluarga.
Selain membahas hubungan dalam rumah tangga, Ayahman juga menyampaikan pentingnya membangun memori spiritual anak sejak dini melalui perjalanan ibadah bersama keluarga, salah satunya dengan membawa anak-anak menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci.
Beliau menjelaskan bahwa konsep “Family Journey to Jannah” bukan sekadar perjalanan ibadah biasa, tetapi sebuah investasi emosional dan spiritual bagi masa depan anak-anak.
“Anak-anak itu seperti spons. Mereka menyerap energi dan pengalaman yang mereka lihat dan rasakan,” ungkap Ayahman.
Menurutnya, pengalaman melihat Kakbah secara langsung, mendengar lantunan azan di Masjidil Haram, hingga menyaksikan kekhusyukan jamaah akan membentuk memori emosional yang kuat dalam diri anak.Ayahman menjelaskan bahwa ada beberapa alasan mengapa membawa anak ke Baitullah menjadi hal yang penting bagi keluarga Muslim.
Membentuk Mental Juara dan Spiritual Sejak Dini
Pengalaman spiritual di Tanah Suci dapat menumbuhkan rasa cinta kepada Islam, memperkuat bonding keluarga, serta membangun kebanggaan anak terhadap identitas Muslimnya.
Melatih Kesabaran dan Karakter
Ibadah umrah menjadi sarana pendidikan karakter secara langsung, mulai dari disiplin saat menjalani tawaf dan sa’i, belajar sabar di tengah keramaian, hingga beradaptasi dengan lingkungan dan cuaca yang berbeda.
Memanfaatkan Tempat Mustajab untuk Berdoa
Anak-anak yang belum baligh memiliki hati yang masih suci. Ketika mereka berdoa di tempat-tempat mustajab seperti Raudhah atau di depan Kakbah, hal tersebut menjadi momentum spiritual yang sangat berharga bagi keluarga.
“Setiap langkah kecil mereka di Tanah Suci adalah pahala dan keberkahan yang mengalir bagi orang tuanya,” tutur Ayahman.
Dalam seminar tersebut, Ayahman juga membagikan beberapa tips praktis bagi orang tua yang ingin membawa anak beribadah ke Tanah Suci, di antaranya memilih waktu perjalanan yang nyaman untuk anak, menyiapkan perlengkapan kebutuhan anak, menggunakan stroller ringan untuk mobilitas, serta memastikan identitas keamanan anak selalu terpasang selama perjalanan.
Suasana seminar berlangsung penuh kehangatan dan refleksi. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi yang disampaikan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi penguat bagi para orang tua dalam membangun keluarga Islami, mempererat hubungan dengan anak, serta menanamkan nilai-nilai keimanan sejak dini demi mewujudkan keluarga yang bersama-sama menuju surga Allah SWT.