Program Dhuha Everyday KB/TK PAS AY & MAY School

Kuburaya – Munzalan News . Manusia sejatinya lahir dalam keadaan fitrah, yaitu ‘bersih’ dan beriman kepada Allah. Namun demikian, kesadaran beriman pada setiap manusia dipengaruhi oleh pengetahuan yang didapatkannya melalui aktivitas pengindera

an, seperti melihat, mendengar, serta melakukan berbagai pengalaman. Maha kuasa Allah menciptakan makhluk istimewa bernama manusia. Meski dicipta dengan bentuk sebaik-baiknya (QS. At-Tin(95): 4), namun manusia adalah makhluk yang terbatas. Dalam keterbatasannya, manusia memerlukan mediator dan fasilitator untuk mengoptimalkan berbagai hal, termasuk pemerolehan pengetahuan. Tanpa bimbingan dari Allah melalui wasilah pengetahuan, pemahaman manusia tentang keyakinan berpeluang memiliki arah yang salah.

Lalu, bagaimana seorang anak dapat mengenal Allah sebagai Tuhannya?

Seseorang memerlukan rangkaian proses panjang sehingga dapat mengenal Allah sebagai Tuhan dan mampu memaknai peranannya sebagai hamba di muka bumi (serta tugas dan tujuan penciptaan yang telah Allah sediakan). Proses tersebut membutuhkan pengarahan sejak usia awal (kanak-kanak) melalui pengenalan dan pembiasaan terhadap kewajiban yang Allah hadirkan (perintah maupun larangan). Sebagaimana riwayat mengatakan, proses mengenal Allah sebagai cikal bakal keimanan seseorang diupayakan melalui dua rukun (tiang), yakni rukun iman dan rukun Islam. Rukun iman adalah pokok-pokok kepercayaan, sedangkan rukun Islam tidak dimaknai sebagai pokok-pokok keselamatan (Zarkasyi, 2014, h. 1). Rukun Islam dimaknai sebagai pokok-pokok kewajiban. Dengan demikian, perlu disadari bahwa sejatinya manusia mengenal kepercayaan melalui pelaksanaan kewajiban yang dimulai dari pengenalan dan pembiasaan.

Pengenalan dan pembiasaan merupakan dua upaya yang digaungkan oleh Bagian Pendidikan Anak Usia Dini dan Tingkat Dasar di lingkungan Pondok Masjid Munzalan Ashabul Yamin. Para peserta didik di KB/TK PASAY dan MAY School (jenjang sekolah dasar) difasilitasi untuk terbiasa beribadah melalui program Dhuha Everyday (Sholat Dhuha setiap hari) secara berjama’ah sebelum memulai aktivitas pembelajaran formal dengan didampingi oleh Ayah/Bunda Guru. Program ini menjadi salah satu upaya pengenalan dan pembiasaan terhadap perintah Allah. Selain mengenalkan dan membiasakan anak-anak, mereka juga akan difasilitasi oleh guru untuk mengenal alasan pentingnya beribadah dalam penjelasan dan pemaparan di kelas. Secara menyeluruh, diharapkan terbentuk pola seimbang antara pemahaman teoretis serta kondisi praktis peserta didik dalam memaknai keimanan dan peribadahan. Secara jangka panjang, agenda ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya dalam membentuk kesadaran ibadah sejak dini pada diri setiap peserta didik.

Program Dhuha Everyday juga melibatkan peran orang tua untuk bersinergi melaksanakan pembiasaan tersebut pada waktu-waktu di luar jam pembelajaran formal sekolah, seperti saat akhir pekan atau saat masa liburan. Orang tua akan menjadi eksekutor untuk mengingatkan sekaligus menginformasikan praktik baik (sholat dhuha, sholat wajib, dan lainnya) yang dilakukan oleh peserta didik di rumah. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua diharapkan dapat memperkuat pemahaman agama pada anak-anak melalui pengenalan dan pembiasaan.
Dengan demikian, program Sholat Dhuha di tingkat KB/TK dan sekolah dasar tidak hanya berfungsi sebagai pengenalan kegiatan beribadah, tetapi juga sebagai praktik pembiasaan anak akan ibadah sebagai kewajibannya hidup di dunia. Program ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan generasi penerus bangsa dengan keimanan kuat, terbiasa beribadah, dan siap bergerak membangun peradaban.

Bagikan :
Berita Populer

Section Title

Peletakan Batu Pertama Masjid Nur Heryati Bandung

masjidkapalmunzalan.id – Masjid Munzalan Mubarakan kembali melanjutkan ikhtiar membangun masjid cabang di berbagai daerah. Hari ini, langkah tersebut ditandai dengan kegiatan peletakan batu...

Munzalan dan Paragon Perkuat Syiar Lewat Sinergi dan Kolaborasi

masjidkapalmunzalan.id – Pengasuh Masjid Munzalan Mubarakan, KH. Luqmanulhakim (Ayahman), bersama jajaran Direksi LAZ Baitulmaal Munzalan Indonesia melakukan silaturahim dan audiensi dengan...

Hadirkan Ruang Berkreasi, Munzalan Resmikan Academy Center

masjidkapalmunzalan.id – Masjid Munzalan Mubarakan Indonesia melalui LAZ Baitulmaal Munzalan Indonesia meresmikan Munzalan Academy Center pada Selasa (28/04/2026) di Jakarta Barat. Pusat...

Memahami Perbedaan Rukun, Wajib, dan Sunah Haji

masjidkapalmunzalan.id – Di tengah keberangkatan jemaah haji ke Tanah Suci, pemahaman tentang rukun, wajib, dan sunah haji menjadi hal yang sangat penting. Ketiganya memiliki posisi dan...

Syiar, Silaturahim, dan Kolaborasi Tiga Saudara

masjidkapalmunzalan.id – Masjid Munzalan Mubarakan kembali menjadi ruang bertemunya ukhuwah ma’hadiyah dan ukhuwah masajidallah melalui kunjungan silaturahim para pendiri, pimpinan, dan pengasuh...

Masjid Munzalan Mubarakan : Model Superholding Masjid Berbasis Baitullah dan Empat Pilar Masaajidallah

masjidkapalmunzalan.id – Masjid tidak lagi dipahami sebatas ruang ibadah, tetapi sebagai pusat peradaban umat. Inilah pendekatan yang dikembangkan oleh Masjid Munzalan Mubarakan, yang tumbuh...

Kajian Edukasi Sadar Halal bersama BKMT

masjidkapalmunzalan.id – Kajian Sadar Halal bertema “Jebakan Dalam Makanan” kembali digelar dalam rangkaian Gerakan Sadar Halal (GSH) Mempawah edisi ke-9. Kegiatan ini berlangsung di Masjid...

TUJUH PEREMPUAN HEBAT, TUMBUH DAN BERKARYA BESAR DARI MASJID

Oleh : H. A. Muhammad Nur Syahid, SE., ME. masjidkapalmunzalan.id – Coba sebutkan satu nama laki-laki besar dalam Islam yang ilmunya lahir di pasar? Banyak. Di medan perang? Bejibun. Di masjid?...

Satu Rukun Terlewat, Haji Bisa Gugur?

masjidkapalmunzalan.id – Menjelang keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M, pemahaman tentang rukun haji menjadi hal mendasar yang wajib diketahui setiap calon jemaah. Rukun haji...