Kesalahan Fatal dalam Khitbah yang Bisa Gagalkan Niat Menikah

Ilustrasi (Foto.Net)

masjidkapalmunzalan.id – Dalam Islam, pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, tetapi juga ibadah yang sakral dan penuh tanggung jawab. Sebelum akad berlangsung, ada satu tahap penting yang sering kali dianggap sepele, yakni khitbah atau lamaran. Padahal, kesalahan kecil dalam proses ini bisa berakibat fatal hingga menggagalkan niat suci menuju pernikahan.

Menurut ulama fikih, khitbah adalah proses pinangan seorang laki-laki kepada perempuan untuk dijadikan istri. Langkah ini bisa dilakukan secara langsung maupun melalui perantara keluarga. Jika pihak perempuan dan keluarganya menyetujui, maka lamaran dianggap sah dan pasangan bisa melangkah ke tahap selanjutnya, yaitu pernikahan.

Namun, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Fikih Munakahat karya Tihami dan Sohari Sahrani, serta Seri Fiqih Islam Kitab Nikah karya Ahmad Sarwat, khitbah memiliki syarat-syarat tertentu yang wajib dipenuhi agar sah secara agama. Tanpa memperhatikan ketentuan ini, niat baik menikah bisa berujung masalah.

Syarat khitbah sendiri terbagi dua, yaitu mustahsinah (disarankan) dan lazimiah (wajib). Syarat mustahsinah menganjurkan agar laki-laki mengenal calon pasangannya terlebih dahulu — memastikan calon istri memiliki akhlak baik, penyayang, sehat, dan bukan mahramnya. Sementara syarat lazimiah menekankan bahwa perempuan yang dilamar tidak sedang dilamar orang lain, tidak dalam masa iddah, serta halal untuk dinikahi.

Sayangnya, dalam praktiknya, masih banyak yang kurang memahami aturan khitbah. Berikut lima kesalahan fatal yang sering terjadi dan harus dihindari agar lamaran tidak batal:

  1. Melamar perempuan yang sedang dilamar orang lain.
    Ini merupakan pelanggaran terhadap syarat lazimiah dan bisa memicu konflik antar pihak keluarga.
  2. Melamar perempuan yang masih menjalani masa iddah.
    Hukum Islam melarang keras lamaran dalam masa ini, karena status perempuan belum sepenuhnya bebas untuk menikah.
  3. Melamar perempuan yang termasuk mahram.
    Contohnya seperti saudara kandung atau kerabat dekat yang diharamkan untuk dinikahi.
  4. Tidak memastikan status perempuan sebelum melamar.
    Kelalaian ini bisa menyebabkan permasalahan sosial maupun hukum di kemudian hari.
  5. Melamar tanpa izin wali.
    Dalam Islam, wali memiliki peran penting dalam pernikahan. Tanpa izin wali, lamaran tidak sah dan tidak bernilai syar’i.

Khitbah memang menjadi langkah awal menuju pernikahan, namun juga menjadi ujian awal dalam menjaga niat dan kesungguhan. Dengan memahami syarat dan adabnya, proses menuju pernikahan bukan hanya sah di mata agama, tetapi juga penuh berkah.

“Carilah ridho Allah, bukan ridho manusia. Karena jika niat benar, Allah akan mudahkan jalannya,” pesan banyak ulama dalam mengingatkan pentingnya adab dalam melamar. (*)

Bagikan :
Berita Populer

Section Title

Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Memimpin Sujud Syukur 14 Tahun Perjalanan Masjid Munzalan Mubarakan di Masjid Negara Istiqlal Jakarta

masjidmunzalanmubarakan.id – Alhamdulillah, atas izin Allah hari Jumat, 19 Juni 2026, Keluarga Besar Masjid Munzalan Mubarakan melaksanakan Sujud Syukur 14 Tahun (2012 – 2026) Perjalanan...

Tok Ya: Masjid Harus Lebih dari Sekadar Beton dan Besi, Tetapi Kontribusi

masjidmunzalanmubarakan.id – Keluarga besar Masjid Munzalan Mubarakan Indonesia menggelar Sujud Syukur 14 Tahun Perjalanan Dakwah Masjid Munzalan Mubarakan yang dipusatkan di Masjid Istiqlal...

KH. Nasaruddin Umar: Jadikan Sujud Syukur Sahabat Kehidupan

masjidmunzalanmubarakan.id – Keluarga besar Masjid Munzalan Mubarakan Indonesia menggelar Sujud Syukur 14 Tahun Perjalanan Dakwah Masjid Munzalan Mubarakan dari tahun 2012 -2026 pada Jumat...

Masjid Munzalan Mubarakan Resmi Luncurkan Logo Baru

masjidmunzalanmubarakan.id –  Menyambut momentum bersejarah 14 tahun perjalanan dakwah dan pemakmuran umat, keluarga besar Masjid Munzalan Mubarakan Indonesia melaksanakan kegiatan Sujud Syukur...

SUJUD SYUKUR 14 TAHUN MASJID MUNZALAN MUBARAKAN

Dari Gang Sempit di Kubu Raya Menjadi Gerakan Kebaikan Nasional masjidmunzalanmubarakan.id – Hari ini, Jumat 19 Juni 2026, keluarga besar Masjid Munzalan Mubarakan Indonesia melaksanakan Sujud...

Gun Mayudi Lulus PhD dengan Riset Peran Masjid dan Zakat

masjidmunzalanmubarakan.id – Masjid Munzalan Mubarakan menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Gun Mayudi atas keberhasilannya menyelesaikan ujian viva voce (sidang terbuka doktor/PhD)...

Baitulmaal Munzalan Luncurkan ASMI Pemberdayaan Melon

masjidmunzalanmubarakan.id – Baitulmaal Munzalan Indonesia resmi memulai Program Akademi Santri Mandiri (ASMI) Pemberdayaan Melon di Kawasan Wakaf Produktif Gading Mansion 2, Sungai Raya Dalam...

Seminar Sehat Pertama di Kalbar Bersama Dokcay Sukses Digelar

masjidmunzalanmubarakan.id  – Suasana berbeda tampak di Munzalan Tower Lantai 2, Masjid Munzalan Mubarakan Indonesia, pada Ahad (14/6/2026). Ratusan peserta dari berbagai kalangan menghadiri...

Doa Nabi Musa AS dalam Berbagai Situasi Kehidupan

masjidkapalmunzalan.id – Kisah Nabi Musa AS dalam Al-Qur’an tidak hanya mengandung pelajaran tentang perjuangan menegakkan kebenaran, tetapi juga menyimpan banyak doa yang dapat diamalkan...