Sumber : Facebook Kemenag Kalbar
masjidmunzalan.id – Program KAWANKU (Kolaborasi Aset Wakaf Amanah Nyata Melalui Kreativitas Usaha) yang dikembangkan oleh Baitul Wakaf Munzalan Indonesia berhasil masuk sebagai finalis Kompetisi Pemberdayaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) Tingkat Nasional Tahun 2026 pada kategori wakaf.
Berdasarkan hasil Rapat Pleno I Dewan Juri yang dilaksanakan pada 4 Juli 2026, program KAWANKU ditetapkan sebagai salah satu dari tiga finalis terbaik yang berhak melaju ke tahap penjurian offline dalam rangkaian Festival Syariah (Fesyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Barat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa pengelolaan wakaf produktif di Kalimantan Barat terus berkembang melalui berbagai inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Keberhasilan Baitul Wakaf Munzalan melaju ke babak final merupakan kebanggaan bagi Kalimantan Barat. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan wakaf produktif di daerah kita mampu bersaing di tingkat nasional dan menghadirkan dampak ekonomi maupun sosial yang dirasakan masyarakat,” ujar Muhajirin Yanis.
Pada kategori wakaf, tiga program yang berhasil lolos ke babak final adalah:
- KAWANKU (Kolaborasi Aset Wakaf Amanah Nyata Melalui Kreativitas Usaha) – Baitul Wakaf Munzalan Indonesia (KPw Kalimantan Barat).
- BMT Insan Samawa – BWI Provinsi Nusa Tenggara Barat (KPw Nusa Tenggara Barat).
- Kawasan Pemberdayaan Kopi Madaya Sinjai – Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (KPw Sulawesi Selatan).
Seluruh finalis dijadwalkan mengikuti proses penjurian offline pada 11 Juli 2026 sebagai bagian dari puncak penyelenggaraan Fesyar Wilayah KTI 2026.
Muhajirin Yanis juga mengucapkan selamat kepada seluruh finalis serta berharap setiap peserta dapat mempersiapkan diri secara optimal menghadapi tahapan penilaian berikutnya.
“Kami mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh peserta program ZISWAF unggulan dan selamat kepada para finalis yang akan mengikuti tahapan penjurian offline pada 11 Juli 2026 dalam puncak acara Fesyar Wilayah KTI di Nusa Tenggara Barat. Semoga seluruh finalis dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan memberikan hasil terbaik,” katanya.
Ia menambahkan, pencapaian Baitul Wakaf Munzalan Indonesia diharapkan dapat menjadi motivasi bagi lembaga-lembaga pengelola ZISWAF lainnya di Kalimantan Barat untuk terus mengembangkan program pemberdayaan yang inovatif, profesional, dan berkelanjutan, sehingga manfaat wakaf dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.