Khataman Al-Qur’an Bahagia Seri ke-54

Suasana khidmat Khataman Al-Qur’an Bahagia

Ada hal yang berbeda pada khataman Al-Qur’an bulan ini di Masjid Kapal Munzalan Indonesia (MKMI). Kali ini khataman Al-Qur’an dilakukan setelah selepas sholat Zhuhur. Biasanya khataman Al-Qur’an dilaksanakan setelah selesai sholat Ashar atau Maghrib. Tetapi kali ini dilakukan lebih awal. Ini dimaksudkan agar semua santri MKMI dapat ikut serta karena di waktu ini masih termasuk dalam jam operasional pondok.

Oh iya, mengapa khataman Al-Qur’an di MKMI dilaksanakan satu bulan sekali? Jawabannya adalah karena setiap hari di MKMI dilakukan pembacaan atau tilawah Al-Qur’an sebanyak 1 juz atau kurang lebih 10 lembar. Kegiatan atau program ini biasa disebut one day one juz atau disingkat ODOJ. Pembacaan ODOJ sebanyak 1 juz ini dibagi menjadi 4 kali, yaitu setelah sholat Subuh sebanyak 2 lembar, setelah sholat Zhuhur 2 lembar, setelah sholat Ashar sebanyak 3 lembar dan setelah sholat Isya sebanyak 3 lembar.

Mungkin ada yang bertanya, mengapa setelah sholat Maghrib tidak ada ODOJ? Hal ini karena setelah sholat Maghrib ada program membaca atau tilawah surah Al-Mulk yang biasanya dipimpin oleh imam sholat Maghrib dan diikuti oleh seluruh jamaah yang bersedia. Tilawah surah Al-Mulk ini dilaksanakan setiap hari.

Mengkhatam Al-Qur’an dalam 30 hari atau dalam satu bulan ini bukannya tanpa alasan. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Bacalah (khatamkanlah) Al Quran dalam sebulan.” ‘Abdullah bin ‘Amr lalu berkata, “Aku mampu menambah lebih dari itu.” Beliau pun bersabda, “Bacalah (khatamkanlah) Al Qur’an dalam tujuh hari, jangan lebih daripada itu.” (HR. Bukhari No. 5054).

Kembali ke acara Khataman Al-Qur’an Bahagia kali ini, dimana acara dilaksanakan dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh segenap santri MKMI. Acara khataman dimulai dengan membaca surah Al-fiil hingga surah An-Naas dilanjutkan dengan pembacaan doa. Setelah itu ada tausiah singkat yang pada kesempatan kali ini diisi oleh Ustadz Hanafi. Diantara hikmah yang beliau angkat dalam tausiahnya adalah tentang pentingnya berdoa yang merupakan senjata bagi orang beriman dalam menghadapi kehidupan ini. Beliau menganalogikan kehidupan dunia ini ibarat menghadapi situasi berperang, maka memerlukan senjata untuk menghadapinya. Dan senjata bagi orang beriman itu adalah doa. Dengan doa, segala kebaikan yang menjadi kebutuhan atau hajat orang beriman akan dikabulkan oleh Allah SWT dalam kehidupannya di dunia dan di akhirat. Begitu juga dengan segala keburukan, maka Allah SWT akan menghindarkannya bagi orang-orang beriman, disebabkan oleh doa-doa yang dipanjatkannya.

Ustadz Hanafi dalam tausiahnya juga menyinggung mengenai salah satu sifat atau akhlak yang baik atau terpuji, yaitu sifat qona’ah. Sifat qona’ah yaitu merasa cukup dengan apa yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada kita. Sifat qona’ah ini penting, karena dengannya semua manusia memiliki potensi bisa menjadi ghina atau kaya. Kaya yang dimaksudkan disini adalah kaya hati, karena hakikat kaya sejatinya bukan pada materi yang dimiliki, akan tetapi berada dalam hati yang merasa cukup.

Makan siang prasmanan setelah selesai khataman

Setelah selesai tausiah, acara khataman ini diakhiri dengan makan siang bersama di sekitar teras dan halaman MKMI. Makan siang disajikan secara prasmanan dengan meja terpisah untuk santri Ikhwan dan Akhwat. Semua peserta khataman terlihat senang sambil menikmati makan siang yang dihidangkan.

Semoga khataman kali ini dapat menginspirasi kita semua dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang sesungguhnya, sehingga dalam menyelesaikan perjalanan hidup kita di dunia ini diakhiri dengan kesudahan yang terbaik yaitu husnul khatimah. Hanya kepada Allah SWT kita beribadah dan hanya kepadaNya-lah kita memohon segala kebaikan serta hanya kepadaNya kita mohon perlindungan dari segala keburukan.