Uban Dilarang Dicabut dalam Islam, Ini Penjelasan dan Hikmahnya

Ilustrasi.Net

masjidkapalmunzalan.id – Banyak orang merasa kurang percaya diri saat uban mulai tumbuh, apalagi jika muncul di usia muda. Namun dalam ajaran Islam, mencabut uban ternyata merupakan hal yang dilarang. Larangan ini bukan tanpa alasan, melainkan mengandung hikmah dan nilai spiritual yang tinggi.

Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah SAW secara tegas melarang umat Islam mencabut uban. Hadits ini diriwayatkan oleh Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya. Imam an-Nawawi mencantumkan hadits tersebut dalam kitab Riyadhus Shalihin, pada bab larangan mencabut uban di kepala, jenggot, atau bagian tubuh lainnya.

Rasulullah SAW bersabda:
“Jangan kalian mencabut uban karena sesungguhnya uban itu merupakan cahaya orang Islam kelak pada hari kiamat.”
(HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i)

Hadits ini dinilai hasan oleh At-Tirmidzi dan dinyatakan hasan shahih oleh Al-Albani.

Sementara dalam Sunan An-Nasa’i, melalui jalur riwayat Qutaibah, juga disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah melarang mencabut uban. Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, menekankan bahwa uban bukan hanya cahaya, tetapi juga mendatangkan pahala.

Rasulullah SAW bersabda:
“Janganlah mencabut uban karena uban adalah cahaya pada hari kiamat. Siapa yang memiliki sehelai uban dalam Islam, maka dengan uban itu dicatat baginya satu kebaikan, dihapus satu kesalahan, dan diangkat satu derajat.”
(Shahih Ibnu Hibban)

Empat Hikmah Uban dalam Islam

Berdasarkan penjelasan dalam buku Ayat-Ayat Cahaya karya Brilly El-Rasheed, uban dalam Islam membawa empat keutamaan, yaitu:

  1. Menjadi cahaya di hari kiamat

  2. Dicatat sebagai satu amal kebaikan

  3. Menghapus satu kesalahan

  4. Meninggikan derajat pemiliknya

Oleh karena itu, mencabut uban bukan hanya sekadar urusan penampilan, melainkan menyangkut nilai spiritual yang besar di sisi Allah SWT.

Menyemir Rambut Diperbolehkan, Tapi Bukan Hitam

Meski mencabut uban dilarang, Islam memperbolehkan menyemir rambut selama tidak menggunakan warna hitam. Rasulullah SAW bersabda:
“Ubahlah warna uban dan janganlah menyerupai kaum Yahudi.”
(HR An-Nasa’i, ash-Shahihah No. 836)

Dalam riwayat lain, ketika Abu Quhafah—ayah dari Abu Bakar Ash-Shiddiq—datang pada hari penaklukan Makkah dengan rambut dan jenggot yang sepenuhnya memutih, Rasulullah SAW memerintahkan untuk mengganti warna rambutnya.

“Ubahlah warna ini dengan warna lain, tapi hindarilah warna hitam.”
(HR Ibnu Majah No. 3624, Shahih Muslim, dan ash-Shahihah No. 496)

Alasan larangan memakai semir hitam juga cukup serius. Dalam hadits riwayat Ibnu Abbas RA disebutkan, di akhir zaman akan ada kelompok orang yang mewarnai rambut mereka dengan warna hitam, dan mereka tidak akan mencium aroma surga. Wallahu a’lam.

Sumber : detikhikmah

Bagikan :
Berita Populer

Section Title

Momen Ayahman & Abi Een dan Bupati Sujiwo, Dari Silaturahmi Lahir Ide “Anak Istimewa Anak Surga”

masjidkapalmunzalan.id – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa begitu kental di kediaman Bupati Kubu Raya, Bapak Sujiwo, saat ribuan warga memadati open house Idulfitri yang digelar pada Senin...

Cahaya Al-Qur’an di Teja Cafe: Iftar Bahagia Bersama Puluhan Santri di Mempawah

masjidkapalmunzalan.id – Suasana Teja Cafe Mempawah tampak berbeda pada Ahad (8/3) sore. Gelak tawa dan lantunan ayat suci Al-Qur’an menggantikan hiruk-pikuk rutinitas kafe saat 32 santri dari...

Amalan yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadar

masjidkapalmunzalan.id – Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam bulan Ramadan yang dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Malam ini diyakini memiliki...

Konvoi Motor Besar Meriahkan Buka Bersama 1.000 Anak Yatim

masjidkapalmunzalan.id – Bulan Ramadan merupakan bulan penuh rahmat dan kebaikan. Pada bulan suci ini, berbagai elemen masyarakat, lembaga, maupun komunitas berlomba-lomba melakukan amal...

Ifthar Akbar Munzalan Serentak di 20 Kota, Momentum Memuliakan Santri Penghafal Al-Qur’an

masjidkapalmunzalan.id – Masjid Kapal Munzalan Indonesia kembali menggelar kegiatan Ifthar Akbar bersama Sahabat Santri dan Penghafal Al-Qur’an Ramadan 1447H pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan...

Yudisium Santri MKMI 1447 H: Momentum Penguatan Niat, Disiplin, dan Khidmat Santri

masjidkapalmunzalan.id – Masjid Kapal Munzalan Indonesia (MKMI) kembali menggelar kegiatan Yudisium Santri Masjid Kapal Munzalan Indonesia pada Rabu, 14 Ramadan 1447 H / 4 Maret 2026. Kegiatan...

Wajib Tahu! Ini Delapan Asnaf Penerima Zakat dalam Islam

masjidkapalmunzalan.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, umat Islam di seluruh Indonesia diingatkan untuk menunaikan zakat fitrah sebagai kewajiban yang melekat pada setiap Muslim yang mampu...

Kisah Inspiratif Bang Maidi Azam, Dari Keterbatasan Lahir Ketulusan

masjidkapalmunzalan.id – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali diwujudkan melalui aksi nyata para santri dalam program Santri Berbagi Takjil (SBT) Ramadan 1447H. Kegiatan ini menjadi...

Dulu Penerima, Kini Berbagi: Cerita Citra di Santri Berbagi Takjil

masjidkapalmunzalan.id – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali dihidupkan melalui aksi nyata para santri dalam program Santri Berbagi Takjil (SBT) yang diselenggarakan oleh Masjid Kapal...