
masjidkapalmunzalan.id – Serangkaian bencana hidrometeorologi parah berupa banjir bandang, luapan sungai, dan tanah longsor melanda wilayah utara dan tengah Pulau Sumatra sejak akhir November 2025. Bencana tersebut berdampak pada tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Wilayah yang terdampak paling parah meliputi Aceh Tamiang, Kabupaten Agam, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Curah hujan ekstrem yang terjadi selama beberapa hari memicu banjir dan longsor di sejumlah daerah. Para ahli menilai besarnya dampak bencana juga dipengaruhi oleh kerentanan ekologis akibat degradasi hutan di wilayah hulu.
Berdasarkan data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 16 Desember 2025, tercatat sebanyak 1.030 orang meninggal dunia, 206 orang masih dinyatakan hilang, dan 6.698 orang mengalami luka-luka. Kabupaten Agam menjadi daerah dengan korban jiwa terbanyak, yakni 193 orang. Bencana ini disebut sebagai yang paling mematikan di Indonesia sejak gempa bumi dan tsunami Sulawesi pada 2018.
Selain korban jiwa, bencana tersebut berdampak langsung pada lebih dari 3,3 juta jiwa dan memaksa sekitar 1 juta orang mengungsi yang tersebar di 50 kabupaten/kota di ketiga provinsi terdampak.

Menanggapi kondisi tersebut, pada 12 Desember 2025, Masjid Kapal Munzalan Indonesia mengutus relawan kemanusiaan yang tergabung dalam PASKAS Rescue 479 ke lokasi bencana. Tim tersebut terdiri dari Ustaz Abu Hasan, Muhammad Luthfi, dan Taufik Setiadi Hasan, yang dilepas langsung oleh Pengasuh Masjid Kapal Munzalan Indonesia, KH Luqmanulhakim (Ayahman).
Pada Selasa, 16 Desember 2025, PASKAS Rescue 479 mendirikan posko sementara di lokasi pengungsian warga Desa Sekumur, Aceh Tamiang pada Selasa (16/12/2025). Posko tersebut berdiri di tengah keterbatasan pasokan listrik, fasilitas ibadah, serta minimnya stok logistik bagi para pengungsi.

Sebelumnya, pada 14–15 Desember 2025, PASKAS Rescue 479 bersama para donatur telah menyalurkan berbagai bantuan, antara lain air minum, bahan makanan pokok, kebutuhan bayi dan balita, obat-obatan, peralatan tidur, genset beserta bahan bakarnya, peralatan kerja, serta terpal. Tim medis yang terdiri dari bidan dan perawat senior juga turut memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan bagi warga terdampak.
Hingga kini, masih banyak lokasi terdampak yang membutuhkan bantuan. Ribuan warga masih bertahan di pengungsian dan menunggu distribusi logistik lanjutan.
Masyarakat yang ingin membantu dapat menyalurkan donasi melalui program “Kirim Cinta Untuk Sumatera” ke rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) 3529 0000 99 a.n. PASKAS Rescue 479, atau melalui tautan bit.ly/kirimcintauntuksumatera. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui nomor 0895 2323 5775.