
masjidkapalmunzalan.id – Malam Lailatul Qadar kembali menjadi momen paling dinanti umat Islam di seluruh dunia pada bulan suci Ramadan. Malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan ini menjadi kesempatan istimewa untuk meraih ampunan, keberkahan, dan pahala yang berlipat ganda.
Keutamaan Lailatul Qadar ditegaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam surah Al-Qadr ayat 1–5, yang menjelaskan bahwa malam tersebut merupakan waktu diturunkannya Al-Qur’an serta malam penuh kemuliaan hingga terbit fajar.
Berdasarkan Tafsir Al-Qur’an Kementerian Agama RI, Lailatul Qadar dimaknai sebagai malam kemuliaan yang nilainya melampaui ibadah selama seribu bulan. Penyebutan “seribu bulan” bukan sekadar angka, melainkan simbol dari nilai pahala yang sangat besar dan tidak terbatas.
Rasulullah SAW juga memberikan perhatian khusus terhadap malam ini. Dalam berbagai hadits shahih, termasuk yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, beliau menganjurkan umat Islam untuk bersungguh-sungguh mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama di malam-malam ganjil.
Hadits tersebut tercantum dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi, serta diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Mengacu pada awal Ramadan 1447 H yang diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026, maka peluang malam Lailatul Qadar berada pada:
-
21 Ramadan: 10 Maret 2026
-
23 Ramadan: 12 Maret 2026
-
25 Ramadan: 14 Maret 2026
-
27 Ramadan: 16 Maret 2026
-
29 Ramadan: 18 Maret 2026
Meski demikian, waktu pasti Lailatul Qadar tetap menjadi rahasia Allah SWT. Hal ini justru menjadi hikmah agar umat Islam meningkatkan ibadah secara konsisten sepanjang sepuluh malam terakhir.
Dalam praktiknya, Rasulullah SAW memperbanyak ibadah, menghidupkan malam dengan shalat, dzikir, serta i’tikaf. Beliau juga mengajarkan doa khusus yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai ampunan, maka ampunilah aku.”
Momentum Lailatul Qadar menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan transformasi spiritual yang mendalam. Kesungguhan dalam ibadah di sepuluh malam terakhir menjadi kunci untuk meraih malam penuh kemuliaan tersebut.
Wallahu a’lam bishawab.