
masjidkapalmunzalan.id – Menjelang Ramadan 1447 H/2026, konsumsi kurma kembali meningkat seiring tradisi berbuka puasa yang dicontohkan Rasulullah SAW. Namun, bagi sebagian umat Islam, memilih kurma kini bukan hanya soal kualitas dan rasa, melainkan juga menyangkut kepedulian terhadap isu kemanusiaan global.
Solidaritas terhadap Palestina mendorong masyarakat Muslim untuk lebih selektif dalam memilih produk yang beredar di pasaran, termasuk produk kurma yang diduga berasal dari Israel. Sejumlah lembaga internasional menyerukan agar konsumen memeriksa asal produk sebelum membeli.
Ciri-Ciri Utama Kurma Israel
Dilansir dari laman Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) dan Islamic Human Rights Commission, terdapat beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi produk kurma yang berasal dari Israel.
Pertama, adanya barcode dengan kode awal 729 pada kemasan. Kode batang tersebut merupakan nomor identifikasi negara untuk produk yang terdaftar di Israel.
Kedua, adanya keterangan perusahaan ekspor yang diketahui berbasis di Israel, seperti Medjool Plus, Carmel Agrexco, Mehadri, dan Hadiklaim. Konsumen dianjurkan membaca label kemasan secara teliti sebelum membeli.
Namun perlu dipahami, tidak semua kurma jenis Medjool berasal dari Israel. Jenis kurma ini juga diproduksi di beberapa negara lain. Karena itu, identitas perusahaan produsen tetap perlu diverifikasi melalui informasi pada kemasan.
Konsumen juga disarankan menghindari produk kurma yang tidak mencantumkan asal negara produksi secara jelas. Beberapa produk bahkan mengklaim berasal dari Palestina tanpa menyertakan detail produsen atau importir yang dapat diverifikasi.
Selain itu, perbedaan harga yang mencolok juga dapat menjadi indikator. Kurma produksi Israel kerap dijual dengan harga lebih murah karena mendapat subsidi pemerintah setempat.
Pentingnya Konsumen Memeriksa Label Produk
Meningkatnya kesadaran konsumen terhadap asal produk menjadi bagian dari praktik belanja yang lebih bertanggung jawab. Memeriksa label kemasan, barcode, dan informasi produsen merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan sebelum membeli kurma untuk kebutuhan Ramadan.
Dengan pemahaman yang tepat, umat Islam dapat tetap menjalankan sunnah berbuka dengan kurma sekaligus mempertimbangkan aspek etika dalam konsumsi produk. (*)