
masjidkapalmunzalan.id – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Baitulmaal Munzalan Indonesia melakukan audiensi strategis bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Barat sebagai langkah awal memperkuat sinergi pengelolaan zakat di tingkat provinsi beberapa hari waktu yang lalu.
Audiensi dihadiri Direktur Operasional LAZ Baitulmaal Munzalan Indonesia Adam Pratama dan Direktur Pemberdayaan Muhammad Luthfi, serta disambut langsung Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si., bersama jajaran pimpinan.
Dalam pertemuan tersebut, BAZNAS Provinsi Kalbar menegaskan pentingnya literasi zakat agar tidak muncul persepsi persaingan antara BAZNAS dan LAZ. BAZNAS diposisikan sebagai regulator zakat tingkat provinsi yang memastikan seluruh pengelolaan berjalan sesuai regulasi, sementara LAZ berperan dalam penguatan program dan pemberdayaan.
BAZNAS juga menjelaskan fokus wilayah kerjanya yang mencakup instansi tingkat provinsi, sekolah SMA/MA/SMK, perbankan nasional, dan perusahaan berskala regional. Pengelolaan zakat di lingkungan tersebut dilakukan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ), yang dinilai membuka ruang kolaborasi strategis bersama LAZ.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kalbar Ali Rohman menekankan bahwa keterbatasan SDM dan kompetensi UPZ di sekolah maupun perusahaan menjadi peluang sinergi. LAZ dapat berkontribusi melalui penguatan kapasitas, edukasi, serta program pemberdayaan berkelanjutan, termasuk pengembangan beasiswa berbasis pembinaan karakter dan keterlibatan siswa dalam pengelolaan UPZ.
Audiensi ini menjadi fondasi kerja sama jangka panjang antara kedua lembaga. BAZNAS Provinsi Kalbar dan LAZ Baitulmaal Munzalan Indonesia sepakat melanjutkan pembahasan teknis untuk merumuskan kolaborasi nyata, khususnya dalam literasi zakat, pemberdayaan berbasis sekolah, dan optimalisasi peran UPZ di wilayah provinsi. (*)