
masjidkapalmunzalan.id – Sebanyak 500 santri dan santriwati dari berbagai provinsi di Indonesia berkumpul di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dalam kegiatan Indonesia Bahagiakan Santri (IBS) tingkat nasional. Para peserta datang dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang dipusatkan di Bulukumba ini digagas oleh Masjid Kapal Munzalan Indonesia bersama tokoh-tokoh agama setempat sebagai ikhtiar mempererat ukhuwah dan persatuan antarpesantren di Indonesia. Selama beberapa hari pelaksanaan, para santri mengikuti beragam agenda, mulai dari lomba antarpesantren, kegiatan motivasi bagi pembina, hingga silaturahmi pengelola dan santri.
“Santri dan santriwati ini datang dari berbagai penjuru tanah air. Tujuannya untuk membina dan mempererat silaturahmi sesama pengelola pondok pesantren dan para santri,” ujar Ketua Panitia IBS Bulukumba, H. Suwardi atau Haji Kardi, saat ditemui di sela kegiatan di Masjid Pejuang Subuh, Jumat (16/1/2026).
Para peserta tersebar di beberapa lokasi kegiatan dan mengikuti berbagai perlombaan, di antaranya lomba hafalan Al-Qur’an, tilawah, pertandingan olahraga, serta sejumlah agenda kebersamaan lainnya. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga ruang perjumpaan dan persaudaraan antarsantri dari berbagai latar belakang.
IBS Nasional di Bulukumba turut dihadiri Pengasuh Masjid Kapal Munzalan Indonesia, KH. Luqmanul Hakim (Ayahman). Ia mengaku bangga karena Bulukumba dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional tersebut.
“Kami berharap pelaksanaan IBS di Bulukumba dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam mempersatukan pondok pesantren tanpa melihat perbedaan latar belakang,” ujarnya.
Ayahman juga mengapresiasi lahirnya konsep Pesantren Bersaudara di Bulukumba, yakni wadah yang menyatukan pondok pesantren dari berbagai latar belakang mazhab. Menurutnya, konsep ini menjadi langkah strategis dalam membangun generasi Islam Indonesia yang moderat, berakhlak, dan berkemajuan.
Kegiatan Indonesia Bahagiakan Santri secara resmi dibuka oleh Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, di halaman Rumah Jabatan Bupati, Jalan Anggrek, Kamis malam (15/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati bersama Ketua Tim Penggerak PKK Bulukumba, Andi Herfida Muchtar, menjamu ratusan santri dan pendamping yang hadir.
Bupati Bulukumba yang akrab disapa Andi Utta menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya karena Bulukumba dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan nasional tersebut.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial, dakwah, dan penguatan ukhuwah Islamiyah, sekaligus ruang untuk memuliakan, melayani, dan membahagiakan santri dari berbagai daerah di Indonesia,” tuturnya.

Selain itu, Bupati juga memperkenalkan potensi pariwisata Bulukumba kepada para santri, seperti Pantai Tanjung Bira yang dikenal dengan pasir putih dan panorama alamnya. Ia mengajak para peserta menikmati keindahan Bulukumba sebelum kembali ke daerah masing-masing.
Haji Kardi menambahkan, Indonesia Bahagiakan Santri dirancang menjadi agenda rutin, dengan dukungan gerakan Pasukan Amal Sholeh (Paskas) melalui program infaq beras yang selama ini disalurkan ke pondok pesantren di Bulukumba dan berbagai daerah di Indonesia.
“Mudah-mudahan kegiatan ini semakin mempererat persaudaraan, baik di antara ulama, santri, maupun para orang tua asuh,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Bulukumba, Sukriadi, menyebutkan bahwa berdasarkan data EMIS Kemenag, terdapat 42.391 pondok pesantren di Indonesia dengan sekitar 1,3 juta santri. Ia menegaskan pentingnya kegiatan seperti IBS dalam memperkuat karakter santri.
“Santri harus kuat secara fisik, kuat dalam keilmuan, dan yang paling penting kuat dalam akhlak,” pesannya.
Pendamping santri asal Kabupaten Bone, Andi Yuli, mengaku terkesan dengan sambutan pemerintah daerah dan panitia. Ia menilai keramahan masyarakat serta keindahan pesisir Bulukumba menjadi daya tarik tersendiri.
“Semoga kegiatan ini bisa ikut mempromosikan Bulukumba di tingkat nasional hingga internasional,” ujarnya.
Panitia memastikan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penjemputan peserta, pemondokan, hingga pelaksanaan lomba, telah dipersiapkan secara matang untuk mendukung kelancaran program Indonesia Bahagiakan Santri.(*)
Sumber : Berbagai Sumber Media
Editor : Chairul Rijal Fitriandi