
masjidkapalmunzalan.id – Ayahman kembali melanjutkan rangkaian Safari Dakwah di Kabupaten Sintang dengan menghadiri kegiatan Majlis Ta’lim bersama ibu-ibu jemaah di kediaman Muhsinin pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Dalam tausiyahnya, Ayahman menyampaikan pesan tentang pentingnya meraih rezeki yang halal, banyak, dan penuh keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kenapa harus halal? Karena doa kita ingin diijabah Allah. Kenapa harus banyak? Agar semakin banyak pula yang bisa dibagikan kepada orang lain,” ujar beliau di hadapan jamaah.
Ayahman menjelaskan bahwa rezeki bukan hanya soal jumlah harta, tetapi juga tentang keberkahan yang Allah hadirkan dalam kehidupan, seperti kesehatan, ilmu, ketenangan hati, dan keluarga yang harmonis.
Dalam penyampaiannya, beliau mengutip QS. Al-Anfal ayat 2 yang menjelaskan ciri-ciri orang mukmin sejati:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka, serta hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.”
Menurut Ayahman, ayat tersebut menggambarkan kualitas spiritual seorang mukmin yang memiliki hati lembut, iman yang terus bertambah, dan ketergantungan penuh kepada Allah SWT.
Beliau kemudian melanjutkan pembahasan tentang keberkahan rezeki melalui QS. Al-Anfal ayat 4:
“Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (ketinggian) di sisi Tuhannya, ampunan, serta rezeki yang mulia.”
Ayahman menegaskan bahwa rezeki mulia bukan hanya banyak secara materi, tetapi juga membawa manfaat dan ketenangan dalam kehidupan.
“Yang menerima bahagia, yang memberi lebih bahagia,” ungkapnya.
Dalam tausiyah tersebut, Ayahman juga menjelaskan makna Baiti Karimah. Kata baiti berarti tempat kembali, yaitu rumah, sedangkan karimah bermakna kemuliaan.
“Baiti Karimah adalah tempat kembali yang dimuliakan Allah SWT. Salah satu bentuk kemuliaan Allah kepada kita adalah masih ditutupinya aib-aib kita,” jelas beliau.
Ia mengingatkan bahwa untuk menghadirkan keberkahan dalam keluarga, setiap anggota keluarga perlu menjaga ibadah, memperkuat kasih sayang, serta membiasakan diri untuk memberi kepada sesama. Selain itu, Ayahman turut mengajak jamaah memahami kandungan QS. Al-Anfal ayat 3:
“(Yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”
Menurutnya, ayat tersebut mengajarkan dua pondasi utama dalam kehidupan seorang mukmin, yakni menjaga salat dan gemar berinfak.