
Apa yang terbersit di benak kita ketika mendengar kata ngapel? Mungkin sebagian besar kita akan berpikir mengenai kegiatan yang tidak bermanfaat yang biasa dilakukan oleh anak-anak muda. Namun tidak sama halnya dengan ngapel yang dilakukan di Masjid Kapal Munzalan Indonesia (MKMI).
Di Masjid Kapal Munzalan Indonesia (MKMI), Ngapel adalah sebuah program yang bermanfaat yang merupakan singkatan dari Ngaji Pelan-Pelan. Untuk saat ini dilaksanakan dua kali dalam sepekan yaitu pada hari Senin dan hari Rabu. Waktu yang dipilih adalah setelah selesai sholat Maghrib hingga menjelang waktu sholat Isya.
Salah satu hal yang mendasari diadakannya program Ngapel ini adalah firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, yaitu dalam surah Al-Baqarah ayat 121, yang artinya :
“Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi”.
Salah satu poin penting dalam ayat ini adalah tentang pentingnya membaca Al-Qur’an dengan bacaan yang sebenarnya, yaitu dibaca dengan bacaan sebagaimana Al-Qur’an ini diturunkan kepada Rasulullah Saw. Bacaan ini tentu saja harus memenuhi kaidah-kaidah hukum bacaan Al-Qur’an yang biasa kita kenal dengan Ilmu Tajwid. Pada ayat ini juga menyandingkan antara membaca Al-Qur’an dengan bacaan yang sebenarnya dan beriman kepadanya.
Program Ngapel ini sebenarnya sudah dimulai pada bulan Ramadhan 2024 yang lalu, yang dilaksanakan pada malam hari sepanjang bulan Ramadhan. Kemudian program ini mulai dibuka kembali pada hari Senin, 15 Juli 2024. Hari pertama ini dibuka dengan proses screening atau seleksi kepada setiap jamaah yang ingin ikut program Ngapel ini. Proses screening yang dilakukan ini bermaksud untuk memisahkan peserta program Ngapel berdasarkan kemampuannya dalam membaca Al-Qur’an, untuk kemudian akan dikelompokkan sesuai dengan kemampuannya tersebut. Program Ngapel ini terbuka bagi siapa saja yang ingin ikut tanpa dibedakan usia dan jenis kelamin.
Penerimaan peserta untuk mengikuti program Ngapel ini dibuka setiap saat pada waktu jadwal Ngapel dilaksanakan. Menurut salah seorang pelaksana program Ngapel yaitu Ustadz Abdullah Mukhtar, maksud dari diadakannya program ini diantaranya adalah untuk memfasilitasi jamaah yang mau belajar Al-Qur’an dengan baik dan benar serta juga sekaligus untuk menghidupkan malam di Masjid Kapal Munzalan Indonesia (MKMI) dengan kegiatan yang bermanfaat.
Pada saat pelaksanaannya, Ngapel dilakukan dengan membentuk halaqoh atau kelompok yang terdiri dari beberapa orang dengan dibimbing oleh satu orang ustadz, yang dilakukan setelah selesai sholat Maghrib. Ada dua sistem pengajaran yang diterapkan. Yang pertama menggunakan sistem beberapa halaqoh, yaitu dengan membentuk beberapa kelompok, dimana setiap kelompok dibimbing oleh seorang ustadz. Sistem seperti ini dilaksanakan pada saat pertemuan hari Senin. Para peserta membentuk lingkaran, setiap orang melakukan setoran bacaan satu persatu. Setoran bacaan ini berlangsung dengan waktu yang cukup bagi setiap orang peserta, sehingga kesalahan atau kekurangannya dalam bacaan dapat diketahui untuk kemudian dibimbing dalam memperbaikinya. Sifat pengajaran dari sistem ini adalah mengutamakan interaksi lebih intens antara peserta dan ustadz pembimbing. Pada sistem ini, fokus utamanya adalah pada praktek membaca Al-Qur’an dan tahsin atau memperbaiki bacaan setiap peserta.
Untuk sistem yang kedua dilaksanakan pada hari Rabu. Fokus sistem kedua ini adalah kepada penyampaian materi tajwid dasar, dengan praktek secara singkat yang dilakukan oleh setiap peserta terhadap materi yang diajarkan. Pada sistem kedua ini semua peserta dikumpulkan menjadi satu halaqoh atau satu kelompok saja. Penyampaian materi tajwid dasar dan prakteknya dibimbing oleh satu orang ustadz.
Ada satu prinsip yang dipegang dalam pelaksanaan program Ngapel ini yaitu : benar sejak awal. Maksud dari diterapkannya prinsip ini adalah peserta Ngapel tidak hanya diharapkan bisa atau dapat membaca Al-Qur’an, akan tetapi juga mampu membacanya dengan baik dan benar dari sejak awal belajar. Hal ini dipraktekkan dalam pelaksanaan program ini dengan cara setoran bacaan dilakukan secara pelan-pelan oleh setiap peserta dan dibenarkan secara pelan-pelan juga oleh ustadz pembimbing. Dengan cara ini diharapkan secara perlahan tapi pasti bacaan peserta tidak hanya akan menjadi baik dan benar, akan tetapi juga apa yang diajarkan akan lebih melekat dalam ingatan.
Untuk proses pembelajaran Ngapel pada kelompok anak-anak dilakukan dengan lebih interaktif. Dalam proses belajar ini, ustadz yang membimbing terkadang membuat semacam games, seperti memberikan pertanyaan kepada anak-anak, yang nantinya anak-anak yang berhasil menjawab akan diberikan reward atau hadiah. Anak-anak cukup antusias mengikuti program Ngapel ini. Hal ini dapat dilihat dari keinginan mereka ikut program ini sehingga rela mengantri untuk setoran bacaan kepada ustadz pembimbing.
Masjid Kapal Munzalan Indonesia (MKMI) akan berusaha untuk terus selalu menghadirkan program-program yang bermanfaat yang dibutuhkan oleh jamaah atau keluarga besar masjid, sesuai dengan semangat yang diusungnya yaitu : bergerak, menggerakkan, bertumbuh bersama.
